Cerita ini sangat menginspirasi saya, semoga Andapun demikian. Mari kita ikuti.
Ada seorang laki-laki sedang berdiri di tepi sungai. Sesaat kemudian ia dikagetkan dengan suara teriakan orang minta tolong. Dilihatnya ada seseorang terhanyut pada aliran sungai di depannya itu. Tanpa pikir panjang ia terjun ke dalam sungai untuk menolong. Ia merangkul korban dan menariknya ke tepian. Di berinya nafas buatan dan berusaha membersihkan luka-luka yang tampaknya akibat benturan bebatuan sungai. Ia juga berinisiatif akan memanggil Ambulance.
Belum selesai membersihkan darah terdengar dua suara orang minta tolong pada sungai yang sama. Ia bersegera melompat lagi ke dalam sungai untuk menolong dua orang ini. Ia melakukan pertolongan seperti pada korban pertama. Sesaat kemudian terdengar lagi ada empat orang minta tolong. Lagi-lagi pada sungai itu. Belum selesai ia bernafas setelah menolong keempat korban tadi, terdengar teriakan orang minta tolong dan entah berapa jumlahnya yang sekarang. Namun tampaknya tenaganya sudah tidak cukup kuat lagi untuk sekedar membangkitkan tubuhnya sendiri.
Seandainya ia menyempatkan diri untuk sejenak melihat di bagian hulu, pasti ia akan melihat siapa yang melemparkan orang-orang itu ke dalam sungai. Mungkin ia bisa menghemat tenaga dengan menyelesaikan satu orang pelemparnya.
Saudara-saudaraku, jika permasalahan itu diibaratkan sebatang pohon, memotong ranting-rantingnya belum dikatakan menyelesaikan persoalan. Boleh jadi ranting-ranting akan tumbuh kembali bahkan muncul lebih banyak lagi. Cara mengatasinya ialah dengan mengangkat sampai akar-akarnya.
Ya, Namun, sering kali kita menghadapi masalah dan sukar sekali menemukan akar masalahnya. Ataupun ketika kita sudah mengetahui akar masalahnya belum tentu kita bersegera ‘mencungkilnya’. Apa sebab? Kita ketakutan pada beberapa hal. Mungkin ini yang mewakilinya:
* Merasa tenaga kita tidak cukup untuk mengangkat akar itu.
* (Mungkin) ada binatang-binatang berbisa yang bersembunyi dalam tanah yang menyerang saat kita membongkarnya.
* Kita tidak punya alat yang cukup untuk ‘mencangkul’ dan mengeluarkannnya.
Saudaraku, bukankah Allah pernah berjanji bahwa Allah tidak akan memberikan permasalahan yang melebihi batas kemampuan kita. Boleh jadi jika permasalahan kita terasa amat berat. Itu menandakan bahwa kita diberikan amanah oleh Allah untuk menjadi orang yang besar. Karena hanya orang yang besarlah yang berkenan menyelesaikan permasalahan besar (berat). Selalu lakukan ‘penggalian’ insya Allah tenaga kita akan cukup. Bukankah setelah kesulitan itu ada kemudahan? Bukankah setelah malam itu pasti datang pagi hari?
Tentu dalam setiap permasalahan ada yang harus dihadapi. Ada yang harus dilawan. Berdiam diri bahkan lari akan menjadikan ‘musuh’ itu semakin besar. Melawan adalah satu-satunya jalan menyelesaikan. Iya, satu-satunya jalan.
Keberhasilan belum tentu ditentukan banyaknya fasilitas yang dimiliki seseorang. Belum tentu orang yang memiliki komputer menjadi seorang penulis. Boleh jadi seseorang yang harus menggunakan kertas bekas untuk menulislah yang pada akhirnya menjadi penulis hebat. Lalu apa yang menentukan keberhasilan? Iya Anda benar, keinginan yang kuat dan usaha yang hebat. Sekali lagi alat hanya tool yang membantu kita. Tidakkah kita ingat pelajaran kita di SD?, “Tidak ada rotan akar pun jadi!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar