STANZA 47
Blog ini merupakan salah satu karya putra Sepuluh Dua 2009/2010 yang berisi curahan hati dan pikiran putra-putri X-2!
Senin, 22 November 2010
Minggu, 21 Februari 2010
test
stanza stanza kimia n ekonomi ga belajar/senin 22 pebruari 2010
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com
Rabu, 17 Februari 2010
Akar Masalah
Cerita ini sangat menginspirasi saya, semoga Andapun demikian. Mari kita ikuti.
Ada seorang laki-laki sedang berdiri di tepi sungai. Sesaat kemudian ia dikagetkan dengan suara teriakan orang minta tolong. Dilihatnya ada seseorang terhanyut pada aliran sungai di depannya itu. Tanpa pikir panjang ia terjun ke dalam sungai untuk menolong. Ia merangkul korban dan menariknya ke tepian. Di berinya nafas buatan dan berusaha membersihkan luka-luka yang tampaknya akibat benturan bebatuan sungai. Ia juga berinisiatif akan memanggil Ambulance.
Belum selesai membersihkan darah terdengar dua suara orang minta tolong pada sungai yang sama. Ia bersegera melompat lagi ke dalam sungai untuk menolong dua orang ini. Ia melakukan pertolongan seperti pada korban pertama. Sesaat kemudian terdengar lagi ada empat orang minta tolong. Lagi-lagi pada sungai itu. Belum selesai ia bernafas setelah menolong keempat korban tadi, terdengar teriakan orang minta tolong dan entah berapa jumlahnya yang sekarang. Namun tampaknya tenaganya sudah tidak cukup kuat lagi untuk sekedar membangkitkan tubuhnya sendiri.
Seandainya ia menyempatkan diri untuk sejenak melihat di bagian hulu, pasti ia akan melihat siapa yang melemparkan orang-orang itu ke dalam sungai. Mungkin ia bisa menghemat tenaga dengan menyelesaikan satu orang pelemparnya.
Saudara-saudaraku, jika permasalahan itu diibaratkan sebatang pohon, memotong ranting-rantingnya belum dikatakan menyelesaikan persoalan. Boleh jadi ranting-ranting akan tumbuh kembali bahkan muncul lebih banyak lagi. Cara mengatasinya ialah dengan mengangkat sampai akar-akarnya.
Ya, Namun, sering kali kita menghadapi masalah dan sukar sekali menemukan akar masalahnya. Ataupun ketika kita sudah mengetahui akar masalahnya belum tentu kita bersegera ‘mencungkilnya’. Apa sebab? Kita ketakutan pada beberapa hal. Mungkin ini yang mewakilinya:
* Merasa tenaga kita tidak cukup untuk mengangkat akar itu.
* (Mungkin) ada binatang-binatang berbisa yang bersembunyi dalam tanah yang menyerang saat kita membongkarnya.
* Kita tidak punya alat yang cukup untuk ‘mencangkul’ dan mengeluarkannnya.
Saudaraku, bukankah Allah pernah berjanji bahwa Allah tidak akan memberikan permasalahan yang melebihi batas kemampuan kita. Boleh jadi jika permasalahan kita terasa amat berat. Itu menandakan bahwa kita diberikan amanah oleh Allah untuk menjadi orang yang besar. Karena hanya orang yang besarlah yang berkenan menyelesaikan permasalahan besar (berat). Selalu lakukan ‘penggalian’ insya Allah tenaga kita akan cukup. Bukankah setelah kesulitan itu ada kemudahan? Bukankah setelah malam itu pasti datang pagi hari?
Tentu dalam setiap permasalahan ada yang harus dihadapi. Ada yang harus dilawan. Berdiam diri bahkan lari akan menjadikan ‘musuh’ itu semakin besar. Melawan adalah satu-satunya jalan menyelesaikan. Iya, satu-satunya jalan.
Keberhasilan belum tentu ditentukan banyaknya fasilitas yang dimiliki seseorang. Belum tentu orang yang memiliki komputer menjadi seorang penulis. Boleh jadi seseorang yang harus menggunakan kertas bekas untuk menulislah yang pada akhirnya menjadi penulis hebat. Lalu apa yang menentukan keberhasilan? Iya Anda benar, keinginan yang kuat dan usaha yang hebat. Sekali lagi alat hanya tool yang membantu kita. Tidakkah kita ingat pelajaran kita di SD?, “Tidak ada rotan akar pun jadi!”
Ada seorang laki-laki sedang berdiri di tepi sungai. Sesaat kemudian ia dikagetkan dengan suara teriakan orang minta tolong. Dilihatnya ada seseorang terhanyut pada aliran sungai di depannya itu. Tanpa pikir panjang ia terjun ke dalam sungai untuk menolong. Ia merangkul korban dan menariknya ke tepian. Di berinya nafas buatan dan berusaha membersihkan luka-luka yang tampaknya akibat benturan bebatuan sungai. Ia juga berinisiatif akan memanggil Ambulance.
Belum selesai membersihkan darah terdengar dua suara orang minta tolong pada sungai yang sama. Ia bersegera melompat lagi ke dalam sungai untuk menolong dua orang ini. Ia melakukan pertolongan seperti pada korban pertama. Sesaat kemudian terdengar lagi ada empat orang minta tolong. Lagi-lagi pada sungai itu. Belum selesai ia bernafas setelah menolong keempat korban tadi, terdengar teriakan orang minta tolong dan entah berapa jumlahnya yang sekarang. Namun tampaknya tenaganya sudah tidak cukup kuat lagi untuk sekedar membangkitkan tubuhnya sendiri.
Seandainya ia menyempatkan diri untuk sejenak melihat di bagian hulu, pasti ia akan melihat siapa yang melemparkan orang-orang itu ke dalam sungai. Mungkin ia bisa menghemat tenaga dengan menyelesaikan satu orang pelemparnya.
Saudara-saudaraku, jika permasalahan itu diibaratkan sebatang pohon, memotong ranting-rantingnya belum dikatakan menyelesaikan persoalan. Boleh jadi ranting-ranting akan tumbuh kembali bahkan muncul lebih banyak lagi. Cara mengatasinya ialah dengan mengangkat sampai akar-akarnya.
Ya, Namun, sering kali kita menghadapi masalah dan sukar sekali menemukan akar masalahnya. Ataupun ketika kita sudah mengetahui akar masalahnya belum tentu kita bersegera ‘mencungkilnya’. Apa sebab? Kita ketakutan pada beberapa hal. Mungkin ini yang mewakilinya:
* Merasa tenaga kita tidak cukup untuk mengangkat akar itu.
* (Mungkin) ada binatang-binatang berbisa yang bersembunyi dalam tanah yang menyerang saat kita membongkarnya.
* Kita tidak punya alat yang cukup untuk ‘mencangkul’ dan mengeluarkannnya.
Saudaraku, bukankah Allah pernah berjanji bahwa Allah tidak akan memberikan permasalahan yang melebihi batas kemampuan kita. Boleh jadi jika permasalahan kita terasa amat berat. Itu menandakan bahwa kita diberikan amanah oleh Allah untuk menjadi orang yang besar. Karena hanya orang yang besarlah yang berkenan menyelesaikan permasalahan besar (berat). Selalu lakukan ‘penggalian’ insya Allah tenaga kita akan cukup. Bukankah setelah kesulitan itu ada kemudahan? Bukankah setelah malam itu pasti datang pagi hari?
Tentu dalam setiap permasalahan ada yang harus dihadapi. Ada yang harus dilawan. Berdiam diri bahkan lari akan menjadikan ‘musuh’ itu semakin besar. Melawan adalah satu-satunya jalan menyelesaikan. Iya, satu-satunya jalan.
Keberhasilan belum tentu ditentukan banyaknya fasilitas yang dimiliki seseorang. Belum tentu orang yang memiliki komputer menjadi seorang penulis. Boleh jadi seseorang yang harus menggunakan kertas bekas untuk menulislah yang pada akhirnya menjadi penulis hebat. Lalu apa yang menentukan keberhasilan? Iya Anda benar, keinginan yang kuat dan usaha yang hebat. Sekali lagi alat hanya tool yang membantu kita. Tidakkah kita ingat pelajaran kita di SD?, “Tidak ada rotan akar pun jadi!”
Minggu, 14 Februari 2010
test
test test test
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id..messenger.yahoo.com/invite/
Kelompok MasterMind!
Anda ingin berhasil? Anda ingin selalu bersemangat? Anda tidak bisa sendirian. Sehebat-hebatnya Anda, pasti Anda membutuhkan orang lain. Saran saya, Anda harus memiliki teman-teman yang selalu menyemangati Anda, menginspirasi Anda, mendukung Anda. Begitu juga sebaliknya, Anda juga memotivasi, menginspirasi dan mendukung teman-teman Anda. Jika Anda memiliki teman seperti itu dan melakukan pertemuan rutin itu berarti Anda memiliki kelompok mastermind.
Jadikan teman Anda sebagai kelompok mastermind (istilah ini dipopulerkan oleh Napoleoan Hill di dalam bukunya Think and Grow Rich). Filosofinya sederhana, dua kepala lebih baik dibanding satu kepala dalam hal memecahkan masalah atau menciptakan hasil.
Jadi, bayangkan mempunyai sebuah kelompok tetap yang terdiri atas lima sampai enam orang yang bertemu setiap pekan untuk tujuan memecahkan masalah, melakukan curah pendapat, membentuk jaringan, dan saling mendukung serta memotivasi satu sama lain.
Orang-orang yang berhasil di dunia selalu memiliki kelompok mastermind. Misalnya, Henry Ford (expert di bidang asembling), sering melakukannya bersama pemikir brilian seperti Thomas Edison (penemu) dan Harvey Firestone (expert manajemen korporasi). Kelompok mastermind telah melahirkan ketiga orang itu menjadi orang yang berpengaruh di dunia.
Nah, lima orang sahabat Anda dan juga Anda jadilah sebuah kelompok mastermind yang perlu melakukan pertemuan atau diskusi rutin. Pastikan semua anggota memiliki kesempatan, hak dan kewajiban yang sederajat. Pastikan juga bahwa, semua orang yang menjadi anggota mastermind memiliki pikiran dan hati yang terbuka. Mengusahakan untuk terlatih berbeda pendapat dan menerima masukan dan kritikan yang produktif. Saran saya, anggota kelompok yang Anda jadikan kelompok mastermind ini profesinya beragam dan tinggal berdekatan atau setidaknya bisa dijangkau dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Pertemuan mastermind harus diadakan setiap pekan atau dua pekan tergantung kesepakatan bersama. Semua orang harus hadir. Pertemuan itu bisa dilakukan secara tatap muka, via internet atau telepon. Saran saya, pertemuan tatap muka harus paling dominan dibandingkan dengan yang lainnya.
Waktu pertemuan disarankan berkisar antara 1 - 2 jam saja. Pertemuan yang terlalu lama akan menjemukan dan tidak mendorong anggota untuk hadir di pertemuan berikutnya. Sesekali pertemuan bisa dilakukan lebih dari 2 jam.
Dalam beberapa pertemuan pertama, saya sarankan agar masing-masing anggota mendapat waktu yang cukup (kurang lebih satu jam) untuk mempresentasikan Proposal Hidupnya (detailnya, bukunya sedang saya buat, he...he...promosi terselubung), bercerita tentang diri, keluarga dan juga pandangan-pandangan hidupnya. Setelah semua orang sudah mempresantisakan Proposal Hidupnya maka pertemuan mastermind selanjutnya temanya ditentukan sesuai kesepakatan.
Di dalam pertemuan tidak boleh ada satu atau dua orang yang mendominasi. Semua harus diberikan hak yang sama. Akan sangat baik bila ditunjuk secara bergiliran pimpinan pertemuan yang akan mengatur jalannya pertemuan secara fair dan menggairahkan sehingga semua anggota merasa manfaat dari pertemuan tersebut. Agenda pertemuan bisa membahas seputar bisnis, keluarga, kepedulian, curhat dan solusi, diskusi tematik tergantung dengan suasana yang sedang berkembang saat itu.
Ingat! Dalam melaksanakan Proposal Hidup Anda tidak punya atasan. Anda akan selalu terdorong untuk menjalankan apa yang sudah Anda tulis bila kelompok mastermind ini berjalan. Kepada kelompok mastermindlah Anda memberikan laporan dan pertanggungjawaban realisasi dari proposal hidup Anda. Jadi, pastikan Anda menghidupkan kelompok mastermind ini.
Saat ini sudah banyak bermunculan kelompok mastermind ini terutama di TDA. TDA adalah kependekan dari Tangan Di Atas, yaitu sebuah jaringan komunitas bagi para pengusaha dan calon pengusaha yang ingin saling memberi. Sesuai dengan namanya, "tangan di atas" adalah perlambang dari seorang "pemberi", berarti yang memberi penghasilan atau gaji (kepada karyawan), yang berarti juga yang memberi ilmu (kepada sesama), yang memberi manfaat (pada orang banyak).
Maka anggota komunitas TDA adalah para pengusaha dan calon pengusaha yang mempunyai usaha, yang berminat mengembangkan usaha dan yang ingin mengetahui informasi peluang dan perkembangan usaha (bisnis).sebuah perkumpulan para pengusa yang sebagian besar anak-anak muda. Kelompok mastermind ini ada yang diberi nama lokasi, misalnya mastermind Sudirman (komunitas Jalan Sudirman di Jakarta), Mastermind Bekasi, mastermind Depok, mastermind Cipasera, mastermind yogya, mastermind madurejo dan lain-lain.
Setelah Anda selesai membaca ini segeralah merintis pembentukan Kelompok Mastermind.
Salam Sukses Mulia
Jamil Azzaini
(dari www.jamil.niriah.com)
Jadikan teman Anda sebagai kelompok mastermind (istilah ini dipopulerkan oleh Napoleoan Hill di dalam bukunya Think and Grow Rich). Filosofinya sederhana, dua kepala lebih baik dibanding satu kepala dalam hal memecahkan masalah atau menciptakan hasil.
Jadi, bayangkan mempunyai sebuah kelompok tetap yang terdiri atas lima sampai enam orang yang bertemu setiap pekan untuk tujuan memecahkan masalah, melakukan curah pendapat, membentuk jaringan, dan saling mendukung serta memotivasi satu sama lain.
Orang-orang yang berhasil di dunia selalu memiliki kelompok mastermind. Misalnya, Henry Ford (expert di bidang asembling), sering melakukannya bersama pemikir brilian seperti Thomas Edison (penemu) dan Harvey Firestone (expert manajemen korporasi). Kelompok mastermind telah melahirkan ketiga orang itu menjadi orang yang berpengaruh di dunia.
Nah, lima orang sahabat Anda dan juga Anda jadilah sebuah kelompok mastermind yang perlu melakukan pertemuan atau diskusi rutin. Pastikan semua anggota memiliki kesempatan, hak dan kewajiban yang sederajat. Pastikan juga bahwa, semua orang yang menjadi anggota mastermind memiliki pikiran dan hati yang terbuka. Mengusahakan untuk terlatih berbeda pendapat dan menerima masukan dan kritikan yang produktif. Saran saya, anggota kelompok yang Anda jadikan kelompok mastermind ini profesinya beragam dan tinggal berdekatan atau setidaknya bisa dijangkau dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Pertemuan mastermind harus diadakan setiap pekan atau dua pekan tergantung kesepakatan bersama. Semua orang harus hadir. Pertemuan itu bisa dilakukan secara tatap muka, via internet atau telepon. Saran saya, pertemuan tatap muka harus paling dominan dibandingkan dengan yang lainnya.
Waktu pertemuan disarankan berkisar antara 1 - 2 jam saja. Pertemuan yang terlalu lama akan menjemukan dan tidak mendorong anggota untuk hadir di pertemuan berikutnya. Sesekali pertemuan bisa dilakukan lebih dari 2 jam.
Dalam beberapa pertemuan pertama, saya sarankan agar masing-masing anggota mendapat waktu yang cukup (kurang lebih satu jam) untuk mempresentasikan Proposal Hidupnya (detailnya, bukunya sedang saya buat, he...he...promosi terselubung), bercerita tentang diri, keluarga dan juga pandangan-pandangan hidupnya. Setelah semua orang sudah mempresantisakan Proposal Hidupnya maka pertemuan mastermind selanjutnya temanya ditentukan sesuai kesepakatan.
Di dalam pertemuan tidak boleh ada satu atau dua orang yang mendominasi. Semua harus diberikan hak yang sama. Akan sangat baik bila ditunjuk secara bergiliran pimpinan pertemuan yang akan mengatur jalannya pertemuan secara fair dan menggairahkan sehingga semua anggota merasa manfaat dari pertemuan tersebut. Agenda pertemuan bisa membahas seputar bisnis, keluarga, kepedulian, curhat dan solusi, diskusi tematik tergantung dengan suasana yang sedang berkembang saat itu.
Ingat! Dalam melaksanakan Proposal Hidup Anda tidak punya atasan. Anda akan selalu terdorong untuk menjalankan apa yang sudah Anda tulis bila kelompok mastermind ini berjalan. Kepada kelompok mastermindlah Anda memberikan laporan dan pertanggungjawaban realisasi dari proposal hidup Anda. Jadi, pastikan Anda menghidupkan kelompok mastermind ini.
Saat ini sudah banyak bermunculan kelompok mastermind ini terutama di TDA. TDA adalah kependekan dari Tangan Di Atas, yaitu sebuah jaringan komunitas bagi para pengusaha dan calon pengusaha yang ingin saling memberi. Sesuai dengan namanya, "tangan di atas" adalah perlambang dari seorang "pemberi", berarti yang memberi penghasilan atau gaji (kepada karyawan), yang berarti juga yang memberi ilmu (kepada sesama), yang memberi manfaat (pada orang banyak).
Maka anggota komunitas TDA adalah para pengusaha dan calon pengusaha yang mempunyai usaha, yang berminat mengembangkan usaha dan yang ingin mengetahui informasi peluang dan perkembangan usaha (bisnis).sebuah perkumpulan para pengusa yang sebagian besar anak-anak muda. Kelompok mastermind ini ada yang diberi nama lokasi, misalnya mastermind Sudirman (komunitas Jalan Sudirman di Jakarta), Mastermind Bekasi, mastermind Depok, mastermind Cipasera, mastermind yogya, mastermind madurejo dan lain-lain.
Setelah Anda selesai membaca ini segeralah merintis pembentukan Kelompok Mastermind.
Salam Sukses Mulia
Jamil Azzaini
(dari www.jamil.niriah.com)
Langganan:
Postingan (Atom)